Skip to main content

Make Up Memenjarakan Sebagian Perempuan

Make up
Sumber: cultbeauty.co.uk

Seorang perempuan memang selalu ingin terlihat cantik. Tapi apakah wajar ber-make up ria lebih dari 30 menit setiap hari?

Perempuan ingin terlihat cantik
Sumber: waytoosocial.com

Ada suatu cerita yang melatar belakangi tulisan ini. Karena suatu sebab, saya tinggal bersama seorang perempuan yang senantiasa sabar merias wajah. Menurut saya dia cantik dengan atau tanpa make up, tapi mungkin dia tidak berpikir demikian. Sebaliknya dia pikir semua perempuan termasuk dirinya hanya dapat terlihat cantik jika dan hanya dengan memakai make up. Pasalnya setiap hari dia menenteng tas besar berisi berbagai krim dan alat-alat untuk mempercantik wajah. Saya tidak tau nama krim dan alat-alat itu, yang jelas terlihat rumit dan berat. Sebelum berativitas dia akan meletakkan krim khusus di wajahnya, membiarkannya sekitar 5 menit sebelum dia benar-benar mulai memperlakukan wajahnya bagai kanvas. Sebenarnya dia seorang perempuan modern yang memakai make up natural, namun waktu tetap tidak berpihak, sama sekali tidak berniat memilah-milah antara make up natural atau dempul. Sama-sama lama. Suatu hari ketika tiba-tiba akan menghadiri pengajian mendadak, dia berniat ikut. Perempuan-perempuan lain bersiap berangkat sedangkan dia tampak terburu-buru diikuti alasan pertama yang memberatkannya yaitu aku belum memakai make up. Kalau dia berkata belum mandi, saya akan memakluminya. Tapi dia bilang belum memakai make up, padahal dia sudah berganti pakaian dan tinggal memakai kerudung. Seandainya egonya tidak merongrongnya untuk terus memakai make up, mungkin hidup akan berjalan mudah. Lantas kami menunggunya memoles wajah, 10 menit pun masih menunggu sia-sia dan akhirnya dia berkata tidak menghadiri pengajian karena saya tahu setidaknya dia butuh 30 menit untuk ber-make up ria.

Penjara
Sumber: terasbalinews.com

Apakah make up bagai narkoba yang memengaruhi psikologis perempuan? Memangnya jika keluar tanpa make up apakah setara dengan telanjang di tengah jalan? Saya tidak tahu. Menurut saya make up bagai belenggu untuk perempuan yang tidak mempercayai dirinya sendiri. Sesungguhnya mungkin make up bagai penjara yang membuat parempuan malu menunjukkan kecantikan alami. Padahal mereka cantik atau tidak perlu terlalu rumit. Cukup bedak dan lipstik. Berpikir sederhana saja sesuai kondisi. Ber-make up sah-sah saja namun dengan kadar yang normal dan dapat menyesuaikan diri, demikian menurut saya.

Comments

Popular posts from this blog