Skip to main content

Hataraku Maou-sama: Iblis yang Diiblisi Manusia

Hataraku Maou-sama
Sumber: imdb.com

Bagaimana jadinya jika Raja Iblis kehilangan kekuatan sihirnya sehingga menjadi manusia biasa? Lantas sebagian manusia yang mungkin tidak lebih baik dari iblis tanpa sadar berusaha mengiblisi seorang iblis? Raja Iblis yang dalam Bahasa Jepang disebut “maou” menjadi tokoh utama dalam serial anime berjudul Hataraku Maou-sama. Anime ini diangkat dari novel karya Satoshi Wagahara yang diterbitkan sejak tahun 2011. White Fox telah mengadaptasi novel tersebut menjadi serial anime dengan 13 episode dan tayang perdana di tahun 2013. Tokoh utama serial ini, yang tidak lain adalah Maou mengatakan, “Bagaimana bisa manusia ingin mengiblisi iblis?”

Cerita dimulai di dunia lain yang dikuasai oleh sihir. Laut Ignora tersusun pulau pusat yang dikelilingi empat pulau lain. Dunia ini disebut Ente Isla. Raja Iblis atau Maou Satan sebagai penguasa bawah tanah dan penguasa pulau pusat adalah raja yang paling ditakuti. Dia menyatakan perang terhadap dunia manusia dengan alasan yang tidak diterangkan di serial anime ini. Dalam kekuasaannya, Raja Iblis mempunyai empat jenderal legendaris: Adramelech, Lucifer, Alsiel, dan Malacoda. Masing-masing jenderal menyerang empat pulau yang mengelilingi pulau pusat dengan kekuatan iblis yang mematikan. Dalam keterpurukan manusia, muncul sorang pahlawan dari Gereja yaitu Hero Emilia yang merupakan manusia setengah dewa. Dia mengalahkan Lucifer di barat, Aldamelech di utara, dan Malacoda di Selatan. Dia pun berhasil mengumpulkan kesatria dari persekutuan untuk menyerang pulau pusat. Dalam keadaan terdesak, Jenderal Alsiel yang mendampingi Raja Iblis di singgasananya menyarankan untuk membuka portal agar dapat mengumpulkan kekuatan di suatu tempat. Raja Iblis tidak mempunyai pilihan lain dan memutuskan untuk melakukannya. Dia berkata, “Sekarang, aku berikan kalian Ente Isla. Tapi aku akan kembali. Dan saat aku tiba, aku akan menaklukkan wilayah ini dan menjadi penguasa kalian.” Kemudian dengan kekuatan sihir, Raja Iblis membuka portal menuju dunia lain.

Raja Iblis yang melarikan diri bersama Jenderal Alsiel pada awalnya tidak menyadari kemana mereka pergi. Dunia yang mereka datangi tidak menyediakan kekuatan sihir sehingga membuat Sang Raja dan Jenderal Alsiel kehilangan sebagian besar kekuatannya. Hal ini membuat mereka menjadi manusia seutuhnya, termasuk manusia yang membutuhkan makanan. Raja Iblis yang berotot dan mempunyai tanduk di Ente Isla seketika berubah menjadi seorang lelaki kerempeng berusia 20-an, begitu pun Jenderal Alsiel yang berubah menjadi manusia berambut perak. Polisi yang memergoki mereka dengan pakaian seorang raja dan jenderal di Ente Isla, menduga Maou dan Alsiel adalah orang asing yang memainkan permainan cosplay. Mereka terus berbicara dengan bahasa Ente Isla yang terdengar seperti Bahasa Inggris.

Sang Raja terus mengawasi dunia baru yang mereka datangi, yaitu sebuah kota dengan teknologi yang tidak pernah ditemui di Ente Isla, termasuk katsudon, makanan tradisional yang ditawarkan oleh pihak kepolisian. Memakai sihir yang tersisa, Maou menghipnotis anggota polisi yang merupakan ayah dari rekan kerjanya nanti untuk mendapatkan informasi.
“Kita berada di dunia yang disebut dengan bumi, di negara kepulauan yang bernama Jepang. Ini adalah ibu kotanya yang dikenal dengan Tokyo dan bangunan ini namanya pos polisi,” kata Raja Iblis Pada Jenderal Alsiel yang tampak tertegun. Mereka menyadari bahwa di dunia ini, siluman dan iblis hanya sebagai takhayul, termasuk sihir yang tidak diakui keberadaannya. Impian mereka untuk mengumpulkan kekuatan dan kembali menyerang Ente Isla pun gagal. Bukan hanya tidak dapat memanggil iblis di dunia ini, akan tetapi mereka gagal membuka portal untuk kembali ke Ente Isla.

Maou dan Jenderal Alsiel sepakat mengontrol sisa sihir yang ada untuk menghemat kekuatan. Satu-satunya pilihan yang dimiliki ialah membaur dan bertahan hidup di Tokyo, termasuk mengikuti aturan manusia hingga waktu yang tidak ditentukan. Hal pertama yang mereka lakukan adalah membuat KTP, sertifikat penduduk, akun bank, dan menyewa sebuah kamar milik Shiba Miki. Mereka akhirnya tinggal di sebuah kamar sempit sederhana dengan identitas baru: Raja Iblis Satan dengan nama Maou Sadao dan Jenderal Alsiel dengan nama Ashiya Shiro.

Maou Sadao dan Ashiya Shiro yang tidak dapat sembarangan menggunakan sihir terpaksa hidup melarat. Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya, Maou bekerja paruh waktu di sebuah restoran makanan cepat saji bernama Mc Ronald dan Ashiya Shiro mengurus pekerjaan rumah tangga: memasak, mencuci pakaian, dan memebersihkan rumah. Dalam serial ini tidak diterangkan bagaimana Maou Sadao berhasil mendapatkan pekerjaan tersebut. Padahal judul anime ini, Hataraku Maou-sama yang jika diartikan dalam Bahasa Indonesia kurang lebih berarti Iblis yang Bekerja Paruh Waktu. Cerita mulai berpusat di Mc Ronald. Dari Maou yang bekerja bersama Chiho Sasaki, seorang anak polisi maupun persaingan dengan restoran cepat saji lain yang dikuasai seorang dewa dari Ente Isla. Pada akhirnya, Maou berhasil tampil sebagai laki-laki pekerja keras dan baik hati yang membuat Chiho Sasaki jatuh cinta.

Maou Sadao dan Ashiya Shiro tidak di bumi sendirian. Hero Emilia mengikuti mereka melalui portal yang sama dan berhasil berbaur sebagai Emi Yusa yang bekerja di perusahaan telekomunikasi. Emi yang memiliki misi untuk membunuh Maou Sadao pada akhirnya melunak. Kebaikan dan kepolosan Maou membuat Emi berniat mengawasinya hingga hari dimana Maou layak dilenyapkan. Namun, beberapa peristiwa berhasil meyakinkan Emi bahwa Maou bukan Raja Iblis yang seharusnya dibunuh. Pergulatan batin Emi pun terjadi, terlebih di bawah tekanan gereja yang terus merongrongnya untuk membunuh Sang Raja. Saat Emi berkata bahwa ayahnya terbunuh karena pasukan iblis, tanpa disangka Maou menunjukkan penyesalan dan berkata bahwa dia tidak pernah memikirkan hal itu sebelumnya. Ketulusannya membuat Emi semakin yakin bahwa Maou tidak seperti bayangannya. Emi memutuskan untuk bekerja sama mengalahkan musuh yang datang dari Ente Isla, termasuk para pengkhianat gereja bersama Maou dan jenderal yang tersisa.

Olba, salah satu pengkhianat yang menjanjikan surga pada salah satu jenderal iblis, Lucifer, membuat huru-hara di Tokyo. Maou yang mendapat kekuatan dari kecemasan dan rasa takut manusia akibat huru-hara tersebut membuat Lucifer kembali bertekuk lutut. Dia pun tinggal bersama Maou dan Ashiya sebagai anak berusia 18 tahun yang menguasai tekhnologi komputer.  Lucifer menjelma menjadi hikkikomori yang melakukan transaksi jual beli melalui internet. Hal ini membuat Maou dan Ashiya bekerja ekstra untuk melunasi barang-barang yang dia beli, termasuk alat pelacak untuk Emi dan Chiho. Seolah benar-benar menjelma sebagai bocah lelaki, Lucifer terus melakukan transaksi jual beli tanpa sepengetahuan Sang Raja. Bahkan, Lucifer berhasil ditipu oleh perusaan Deluxe Life International Holdings sehingga membuat Ashiya sebagai walinya berhutang sebanyak 12 juta 800 ribu sen untuk barang-barang yang tidak dibutuhkan.
Maou bersikeras untuk mengembalikan semua barang yang telah dikirim, namun perusahaan tersebut terus menolak dengan alasan yang tidak masuk akal melalui telepon. Enggan menyerah, Maou dibantu Emi dan Chiho mendatangi kantor  Deluxe Life International Holdings. Sang pemilik segera menunjukkan surat perjanjian yang disetujui kedua belah pihak, antara dia dan Lucifer. Pada akhirnya Maou kembali dengan kegagalan. Emi Yusa yang jauh lebih cerdas mengusulkan untuk membuat Lucifer benar-benar berusia 18 tahun, dengan demikian barang-barang tersebut secara hukum dapat dikembalikan karena Lucifer tidak mendapat persetujuan dari walinya, yaitu Ashiya Shiro. Dengan rasa senang yang meluap-luap, Sang Raja berkata di episode terakhir serial ini, “Bagaimana bisa manusia ingin mengiblisi iblis?” Maou pun tersenyum menang sembari mengembalikan semua barang.

Comments

Popular posts from this blog