Skip to main content

Putri Pembuat Kembang Api Hidup Bahagia

Buku The Firework Maker's Daughter
Sumber: doc. pribadi

Philip Pullman tinggal di Oxford, memenangkan Gold Medal Smarties Prize dari novel berjudul The Firework Makers’s Daughter dan diterjemahkan Poppy Damayanti Chusfani menjadi Putri Pembuat Kembang Api. Novel ini diterbitkan Gramedia Pustaka Utama dengan cetakan kedua pada tahun 2012. Terdapat 114 halaman dengan ukuran tulisan yang cukup besar, setidaknya dalam sekali duduk pembaca akan selesai membaca.

Kembang api
Sumber: thedervenchannel.com

Alkisah Lila terbiasa bermain kembang api karena dia adalah putri pembuat kembang api. Lalchand, ayahnya, merasa bersalah karena Lila ingin menjadi pembuat kembang api. Baginya anak perempuan seharusnya tidak meneruskan usahanya, mungkin menjadi penari adalah ide yang baik. Lila terus memperjuangkan cita-citanya. Bersama gajah putih bernama Hamlet yang bisa bicara dan pawangnya yang bernama Chulak, Lila menceritakan semua keluh kesahnya. Pada akhirnya Lila harus pergi ke Gunung Merapi untuk mengambil sulfur bangsawan yang dijaga Razvani, sang angkara api. Dengan begitu dia dapat menjadi pembuat kembang api sejati.  Chulak dan Hamlet kabur dari kerajaan untuk membantu Lila. Sebelum sempat menemukan sulfur bangsawan, Hamlet berkata bahwa Lalchand akan dipenggal karena membantunya melarikan diri. Cepat-cepat mereka kembali. Raja berkata akan membebaskan Lalchand jika Lila berhasil memenangkan festival kembang api. Lila dan Lalchand bekerja keras untuk membuat kembang api terbaik. Pada akhirnya mereka menang dan hidup bahagia.

Ilustrasi Lila dan Lalchand
Sumber: doc. pribadi

Cerita anak selalu berakhir bahagia sebagaimana novel Putri Pembuat Kembang Api. Philip Pullman berhasil merangkai cerita yang menyenangkan, penuh imajinasi − Hamlet, seekor gajah putih yang dapat bicara dan Razvani yang digambarkan sebagai api yang menyala-nyala – serta syarat nilai moral –keberanian dan kebijaksanaan yang dikemas secara implisit. Alur cerita cukup rumit, tapi Pullman berhasil merangkainya secara sistematis, tentang Lila yang berpetualang seorang diri dan Chulak yang juga berpetualang di tempat lain untuk mengejar Lila.
Sebenarnya saat melihat judul novel The Firework Makers’s Daughter, pembaca mungkin mengira bahwa buku ini akan berlatar di Inggris, terlebih terpampang nama Philip Pullman. Namun pembaca akan melihat ilustrasi sampul depan yang menggambarkan seorang anak perempuan keturunan Cina – memakai capil, rambut diikat ekor kuda, memakai pakaian khas Cina dengan pohon bambu di belakangnya. Dengan demikian pembaca akan berpikir mungkin kisah ini berlatar di Cina. Ilustrasi isi cerita juga tampak menggambarkan karakter orang-orang Cina, misalnya penggambaran tokoh Lalchand. Sayangnya dalam cerita tertulis nama India seperti rumah makan Tandoori Star of India atau Jamabavati yang mungkin membuat latar cerita benar-benar berada di India.

Philip Pullman
Sumber: irishtimes.com

Poppy Damayanti Chusfani tampak sedikit gagal menerjemahkan novel ini. Kalimat pembuka tertulis, “Seribu mil yang lalu, di negeri sebelah timur...,” yang mungkin maksudnya adalah seribu tahun yang lalu. Dalam cerita, Lila digambarkan tinggal di suatu tempat yang tradisional, belum mempunyai teknologi laiknya di era milenial sehingga layak jika terjadi seribu tahun lalu. Dalam cerita juga disuguhkan istilah-istilah unik seperti cahaya java, setan jumpalitan, dan serbuk guntur yang akan membuat pembaca berimajinasi. Selebihnya novel ini sangat menghibur dan tentunya berkhir bahagia.

Comments

Popular posts from this blog