Skip to main content

Dunia Tidak Pernah Ramah terhadap Perempuan Jelek

Perempuan
Sumber: pixabay.com

Sejujurnya semua orang memiliki kemampuan untuk menilai apakah seseorang berwajah jelek, rata-rata, atau tidak. Rasanya omong kosong saat segelintir orang berkata, "Tidak ada manusia yang jelek," sebab dia tidak memahami bagaimana dunia selalu bersikap tidak adil pada manusia jelek. Hal ini mungkin karena si empu kalimat itu dianugerahi fisik yang rupawan sejak Tuhan memutuskannya lahir di dunia. Adanya manusia yang dianugerahi fisik rata-rata atau di atas rata-rata semacam ini, secara tidak langsung membuat orang-orang jelek selalu menerima perlakuan yang tidak ramah, khususnya pada perempuan. Pelaku yang membuat perempuan jelek sebagai korban ketidakramahan fisik, tidak hanya berasal dari kaum adam yang melenggang angkuh di bumi patrialkal, tapi juga kalangan hawa yang entah bagaimana ikut melukai kalangan mereka. Berikut segelintir ketidakramahan yang perempuan jelek rasakan:

Perundungan
Perempuan jelek yang mulanya bahagia di dunia, tiba-tiba mendapat perundungan karena fisik yang Tuhan berikan. Perempuan ini yang awalnya merasa sama, akan mulai menilai dirinya sendiri. Dia akan melirik konstruk budaya kolot yang sialnya lestari dari mulut ke mulut. Katanya cantik adalah putih, cantik adalah tinggi, dan cantik adalah langsing. Pun tidak burik, demikian anak-anak yang lebih muda selalu gembar-gemborkan di media sosial. Memangnya apa yang salah jika Tuhan menciptakan perempuan-perempuan ini dengan fisik yang jelek? Tentu saja mereka salah, sebab mereka tidak enak dipandang dari fisik mereka.

Diabaikan
Seringkali dalam suatu kelompok, perempuan jelek senantiasa diabaikan. Kaum adam yang rasional, akan memperhatikan kaum hawa yang ada di atas rata-rata. Tidak hanya dalam urusan pertemanan, tapi dalam urusan pekerjaan dan pendidikan akan ditemui hal serupa.

Percuma Berusaha
Perempuan jelek dengan tekad sekuat baja senantiasa berusaha mengubah keadaan. Mereka akan memulai merawat diri dengan harapan menjadi perempuan rata-rata atau bahkan jika beruntung menjadi perempuan yang cantik. Perempuan-perempuan ini rela terluka untuk sementara, atau bahkan rela mengeluarkan banyak rupiah untuk mengubah keadaan. Sialnya selalu ada kalimat, "Kalau sudah jelek, mau berdandan bagaimanapun akan tetap jelek."

Memperbaiki Keturunan
Di bumi patrialkal terkutuk ini, selalu ada statemen-statemen memperbaiki keturunan dalam mencari pasangan. Kaum adam yang jelek akan mengeluarkan ribuan jurus untuk menggaet perempuan yang cantik. Sama halnya kaum adam rupawan yang menginginkan pasangan yang sepadan. Lantas bagaimana dengan perempuan-perempuan jelek yang lain? Percayalah, bumi bukan tempat perempuan-perempuan ini. Mereka seakan-akan ingin memusnahkan perempuan-perempuan jelek di bumi Tuhan yang sempurna.

Sesungguhnya Tuhan menciptakan segala sesuatu secara adil, tapi manusia membuatnya berkotak-kotak. Perempuan jelek layak bahagia di bumi patrialkal. Terkutuklah ideologis kecantikan yang menyudutkan perempuan-perempuan ini.

Comments

Popular posts from this blog