Teknologi Protoplas dan Fusi Sel

Sel manusia
Sumber: istockphoto.com

Sel adalah unit struktural dan fungsional terkecil makhluk hidup. Sel tersusun protoplas atau bagian hidup yang dilindungi membran plasma. Bagian ini dapat dipisah dengan bantuan enzim hidrolitik.

Protoplas
Sumber: sciencedirect.com

Manipulasi DNA (teknologi protoplas dan fusi sel) diterapkan dalam peningkatan antibodi monoklonal (antibodi identik yang diproduksi kloningan sel khusus). Dalam hal ini dilakukan fusi  (penggabungan) antara protoplas sel myeloma (sel kanker) dan sel limfosit B (kelompok leukosit/sel darah putih). Sel myeloma adalah sel yang terus membelah secara cepat dan sel limfosit B mensekresi antibodi direntang waktu tertentu.

Teknologi protoplas dan fusi sel
Sumber: sea.org.sz

Teknik antibodi monoklonal melalui manipulasi DNA, menggabungkan  limfosit B ke myeloma. Jadi diperoleh suatu sel hibridoma  (sel yang terbentuk melalui fusi myeloma dan limfosit B) yang memproduksi antibodi terus-menerus. Caranya menyuntikkan antigen (suatu zat yang merangsang pembentukan antibodi) ke hewan tertentu, misalnya tikus. Selanjutnya mengambil sel limfa (lokasi utama sel limfosit B) dan sel myeloma individu tersebut. Kedua sel difusikan di medium tertentu. Sel hibridoma yang terbentuk dikultur di media agar, dikembangman  secara invitro (kultur jaringan) atau invivo (pada hewan). Maka  terbentuk peningkatan antibodi monoklonal.

Antibodi monoklonal pada tikus
Sumber: sekolahpendidikan.com

Teknologi protoplas dan fusi sel dikatakan teknologi paling sukses di bioteknologi modern.


*Diambil dari berbagai sumber

Posting Komentar

0 Komentar