Pelestarian Manuskrip Nusantara


Manuskrip
Sumber: ilmubahasa.net

Mempelajari naskah kuno sangat menarik. Di nusantara, beragam manuskrip (naskah kuno) berserakan menunggu ditemukan dan diselamatkan. Dalam KBBI luring, manuskrip merupakan naskah tulisan tangan yang menjadi kajian filologi. Mereka memanfaatkan dukungan penulisan yang berbeda, seperti kertas, daun kelapa, pohon-kulit kayu, perkamen, bambu dan bahan lainnya (dream-sea.org). Namun Muhammad Nida Fadlan menjelaskan tidak semua kajian manuskrip termasuk bagian filologi. Dikatakan filologi apabila memakai tahapan metodologi penelitian filologis untuk menjembatani dua kebudayaan (menerjemahkan manuskrip dari masa lalu untuk masa sekarang). Sayangnya, dewasa ini hanya segelintir orang di Nusantara yang mendalami dunia filologi termasuk Muhammad Nida Fadlan dari www.dream-sea.org I PPIM UIN Jakarta sendiri.

Logo DREAMSEA
Sumber: twitter.com

Modal mempelajari manuskrip adalah bahasa. Bahasa dapat disokong melalui kamus-kamus terdahulu. Manuskrip yang ditemukan dirawat secara fisik dan dikaji isinya. Terdapat banyak organisasi dan komunitas yang mulai peduli untuk melakukan kajian dan digitalisasi manuskrip, misalnya DREAMSEA. Dengan begitu, manuskrip dapat diakses dan dipelajari siapapun secara digital. DREAMSEA (Digital Repository of Endangered and Affected Manuscript in Southeast Asia) yang dapat diakses melalui www.dream-sea.org dilakukan oleh Pusat Studi Islam dan Masyarakat (PPIM) Syarif Hidayatullah Jakarta Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Indonesia, bekerjasama dengan Pusat Studi Naskah Budaya (CSMC) , University of Hamburg, Jerman, dan didukung Arcadia. Apabila masyarakat menemukan manuskrip yang layak diselamatkan dapat menghubungi email dan akun media sosial DREAMSEA secara langsung dan gratis.

Digitalisasi manuskrip
Sumber: news.lib.uchicago.edu

Perlu diketahui, di Indonesia terdapat banyak tempat yang menerima penelitian terkait manuskrip, seperti Jurnal Episteme, Jurnal Ta'alum, Jurnal Ankam, Jurnal Kontemplasi, dan Jurnal Bahasa Lingua Scientia. Dengan begitu terdapat banyak kesempatan untuk melakukan pelestarian isi manuskrip, baik hanya melalui pengkajian maupun secara filologis.

Posting Komentar

0 Komentar