Jejak Diskriminasi Penghayat dalam Buku Pasang Surut Rekognisi Agama Leluhur dalam Politik di Indonesia

Buku Pasang Surut Rekognisi Agama Leluhur dalam Politik Agama di Indonesia
Sumber: deskgram.net

Buku karangan Samsul Maarif yang menjelaskan tentang diskriminasi agama sejak tahun 1951. Buku ini menerangkan munculnya deklarasi kebatinan dalam membentuk BKKI (Badan Kongres Kebatinan Indonesia). Selanjutnya di tahun berikutnya departemen agama melaporkan adanya 360 agama baru. Pada tahun 1954 lahir agama pakem yang dibuat departemen agama untuk mengawasi agama-agama tersebut serta masih banyak catatan lain yang menunjukkan terstrukturnya diskriminasi penghayat di Indonesia. Melaui buku ini muncul beragam pertanyaan yang dilontarkan sahabat-sahabat penulis (Nona Af, Adik Roh, Adik ham, dan Saudara Syam). Pertanyaan tersebut sebagai berikut:
  1. Kenapa menurut peraturan, penghayat adalah budaya bukan agama?
  2. Penghayat adalah hal lokal yang patut dilestarikan, namun kenapa sering dianggap sesat?
  3. Bagaimana generasi millenial melestarikan penghayat?
  4. Kenapa departemen agama hanya diisi orang-orang Islam?


Agama kepercayaan pada Tuhan YME telah diresmikan
Sumber: m.liputan6.com

Dan masih banyak pertanyaan lain yang tidak mampu penulis ungkapkan. Tidak hanya penyelewengan mengenai sila pertama, namun terdapat penyelewengan pada sila ke-2 dan sila ke-5 yang tersirat di setiap paragraf, padahal semua sila Pancasila berdiri untuk melengkapi satu sama lain. Buku ini terasa laiknya gerbang yang membuka jejak perjalanan diskriminasi penghayat di nusantara. Selamat membaca.

Posting Komentar

0 Komentar