Pantai Coro Kian Tersentuh

Pantai Coro
Sumber: liburmulu.com

Untuk ketiga kalinya, penulis mengunjungi Pantai Coro di Desa Gerbo, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung. Penulis berkunjung pertama kali pada Januari 2018 dan kemudian Juli 2018. Kondisi Pantai Coro ketika itu cukup sulit diakses sehingga membuatnya tampak perawan. Dulu, kendaraan diparkir di sekitar Reco Sewu, kemudian berjalan kaki melalui pemukiman, hutan jati, jalan rintisan, dan bukit. Namun pada tanggal 11 Juni 2019, ketika penulis berkunjung untuk ketiga kalinya, Pantai Coro menunjukkan wajah baru yang kian tersentuh.

Akses jalan ke Pantai Coro telah dibuka, tepatnya sebelum memasuki loket Pantai Popoh dan Sidem. Jalan rintisan yang pada tahun 2018 terdiri atas bongkahan batu-batu besar mulai padat dan rata, meskipun penulis tetap menyebutnya sebagai jalan makadam yang menyebalkan. Namun, jalan ini cukup nyaman dilalui kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat di musim kemarau. Ada beberapa turunan dan tanjakan ekstrim yang harus diwaspadai, tetapi jalan yang lebar membuat pengendara tidak perlu merasa khawatir. Selain itu sebelum memasuki kawasan Pantai Coro, pengunjung wajib membeli tiket seharga Rp 5.000-.

Pantai Coro yang pada tahun 2018 memiliki luas pantai yang sempit, memiliki daya tarik berupa pepohonan rindang di tepi pantai, warung kelontong, dan jalan air yang ditutupi rerimbunan pepohonan telah berubah total. Area pantai semakin diperluas. Pantai yang awalnya terkesan perawan semakin tersentuh peradaban. Hal ini membuat Pantai Coro sebagai pantai yang cocok dikunjungi keluarga.

Posting Komentar

0 Komentar