Tips Menulis Novel: Pakai Jumlah Kata, Bukan Halaman

Menulis novel
Sumber: klikmania.net

Akhir-akhir ini ada banyak kompetisi novel, baik pada penerbit-penerbit indie, penerbit mayor, atau sayembara Dewan Kesenian Jakarta (DKJ). Sebagai contoh, DKJ mensyaratkan naskah sayembara minimal sebanyak 20.000 kata. Nah, kira-kira berapa halaman ya, Busukers? Eits, tunggu. Jangan coba-coba mengkonversi banyaknya kata menjadi banyak halaman untuk menulis sebuah novel, karena hal ini cenderung relatif.

Buku-buku novel
Sumber: typoonline.com

Menurut pengalaman penulis, ketika menulis novel dengan mematok bedasarkan jumlah halaman, hal ini memberi banyak peluang untuk diakali. Misalnya untuk memenuhi 100 halaman, penulis akan memperbanyak paragraf, meskipun ada banyak paragraf kurus yang tampak terlalu dipaksakan, memperbanyak percakapan untuk mempersering penggunaan enter atau sengaja memperbanyak bab sehingga dapat berpindah dari satu halaman ke halaman yang lain. Hasilnya, hanya sebuah novel dengan jumlah halaman yang fantastis, namun kurang dari 20.000 kata. Di sisi lain, berdasarkan pengamatan terhadap guru sekaligus teman penulis (Hari Niskala dan Tuan Jusuf Fitroh), mereka menulis sebuah novel dilandasi jumlah kata minimal yang ditentukan. Hasilnya, tentu saja mereka mampu nenulis novel dengan paragraf-paragraf padat dan tentunya halaman yang melimpah ruah.

Jusuf Fitroh
Sumber: doc. pribadi

Tuan Jusuf Fitroh bahkan mengajarkan dalam suatu kesempatan pelik, penulis dapat menulis sebuah novel dengan berpedoman pada jumlah kata minimal pada setiap bab yang akan ditulis. Satu bab minimal terdiri atas 1.800 kata, yang artinya 20.000 kata setidaknya terdiri atas 12 bab yang berbeda. Tentu saja, nyatanya hal ini sangat memudahkan dalam kegiatan menulis novel. Selamat mencoba.

Posting Komentar

2 Komentar

Tuliskan perasaan kalian disini, Busukers!